<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129</id><updated>2012-02-16T10:53:18.266-08:00</updated><title type='text'>my world</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-2952310466657522126</id><published>2011-08-14T07:08:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T07:08:03.278-07:00</updated><title type='text'>why ??</title><content type='html'>Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika kita menangis?&lt;br /&gt;Ketika kita membayangkan? Ketika kita berciuman?&lt;br /&gt;Ini karena hal yang terindah di dunia TIDAK TERLIHAT&lt;br /&gt;Kita semua agak aneh ... dan hidup sendiri juga agak aneh ...&lt;br /&gt;Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita&lt;br /&gt;Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam keanehan serupa yang&lt;br /&gt;dinamakan CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan ...&lt;br /&gt;Orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan ...&lt;br /&gt;Tapi ingatlah ... melepaskan BUKAN akhir dari dunia...&lt;br /&gt;melainkan awal suatu kehidupan baru ...&lt;br /&gt;Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti,&lt;br /&gt;mereka   yang telah mencari ... dan mereka yang telah mencoba ...karena  MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah  menyentuh&lt;br /&gt;kehidupan mereka ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA yang AGUNG?&lt;br /&gt;Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya ...&lt;br /&gt;Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan&lt;br /&gt;setia...&lt;br /&gt;Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa&lt;br /&gt;tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'&lt;br /&gt;Apabila cinta tidak berhasil ...&lt;br /&gt;BEBASKAN dirimu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI&lt;br /&gt;Ingatlah ... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya&lt;br /&gt;tapi...ketika cinta itu mati ... kamu TIDAK perlu mati bersamanya...&lt;br /&gt;Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang ...&lt;br /&gt;MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh&lt;br /&gt;Entah bagaimana ... dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu&lt;br /&gt;sendiri... dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada HANYALAH&lt;br /&gt;penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat TEMAN SEJATI&lt;br /&gt;Mengerti ketika kamu berkata 'Aku lupa ...'&lt;br /&gt;Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu sebentar ...'&lt;br /&gt;Tetap tinggal ketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri...'&lt;br /&gt;Membuka pintu, meski kamu BELUM mengetuk dan berkata 'Bolehkan saya&lt;br /&gt;masuk?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENCINTAI ....BUKANlah bagaimana kamu melupakan ... melainkan bagaimana&lt;br /&gt;kamu&lt;br /&gt;MEMAAFKAN...BUK&lt;div class="abt acw apl" id="fua"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;​ANlah bagaimana kamu mendengarkan ... melainkan bagaimana&lt;br /&gt;kamu&lt;br /&gt;MENGERTI...BUKA&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;​Nlah apa yang kamu lihat ... melainkan apa yang kamu&lt;br /&gt;RASAKAN...&lt;br /&gt;BUKANlah bagaimana kamu melepaskan ... melainkan bagaimana kamu BERTAHAN...&lt;br /&gt;Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...dibandin&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;​gkan menangis&lt;br /&gt;tersedu2&lt;br /&gt;Air mata yang keluar dapat dihapus... sementara air mata yang&lt;br /&gt;tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang ...&lt;br /&gt;Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya&lt;br /&gt;karena kamu berbahagia... dapat mencintai seseorang... LEBIH dari kamu&lt;br /&gt;mencintai dirimu sendiri ...&lt;br /&gt;Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang&lt;br /&gt;BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita...&lt;br /&gt;MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia&lt;br /&gt;apabila kita melepaskannya..&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;​.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia... jangan&lt;br /&gt;percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai MELAINKAN&lt;br /&gt;BERJUANGLAH demi cintamu Itulah CINTA SEJATI&lt;br /&gt;Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama&lt;br /&gt;orang yang 'tersedia'&lt;br /&gt;Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada&lt;br /&gt;disekelilingmu&lt;br /&gt;Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat&lt;br /&gt;untuk dibuang dengan hanya dengan 'seseorang'&lt;br /&gt;Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti&lt;br /&gt;hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan&lt;br /&gt;menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-2952310466657522126?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/2952310466657522126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/08/why.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2952310466657522126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2952310466657522126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/08/why.html' title='why ??'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-3734571180061693507</id><published>2011-08-14T06:59:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T06:59:11.330-07:00</updated><title type='text'>mandikan aku bunda</title><content type='html'>Sebuah cerita yang patut di renungkan untuk Para orang tua yang sibuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandikan Aku Bunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering  kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya. Rani, sebut saja  begitu namanya, kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki  idealisme&lt;br /&gt;tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah  jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan  digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang  mantan Presiden Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Universitas mengirim mahasiswa  untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani  termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan  kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''  sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alifya, buah cinta  mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan  dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan  mereka.Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah  ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar:  Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya  sebagai anak yang pertama dan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alif, panggilan  puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak  garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan  dari satu negara ke negara lain. Setulusnya saya pernah bertanya,  ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tingg&lt;br /&gt;&lt;div class="abt acw apl"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;​al?'' &lt;br /&gt;Dengan  sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya.  Everything is OK!'' Ucapannya itubetul-betul ia buktikan. Perawatan dan  perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal.  Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi  anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada&lt;br /&gt;cucu  semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan  nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.&lt;br /&gt;''Contohlah  ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek Alif,  ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut  dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih  pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk  menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini  ''memahami'' orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek  minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan  perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali  ngambek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya  dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''. Sungguh  keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk,  Alif tetap tumbuh penuh&lt;br /&gt;cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak  dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh  harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat  diperhitungkan,&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;​ gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap  gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun  turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.  Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa  ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian lama  suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu  karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta  perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai  suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu  dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.'' Setengah&lt;br /&gt;terbang,  saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah SWT sudah punya rencana  lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.&lt;br /&gt;Rani,  ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia  shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah  memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang  menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring  kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah  jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya,  berusaha menyembunyikan tangis. Ketika tanah merah telah mengubur jasad  si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kaliRan&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;​ i, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama  saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya,  ya dia pergi juga kan?'' Saya diam saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung&lt;br /&gt;seperti  tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi  sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening  sejenak.&lt;br /&gt;Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba  Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu  hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih  tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri  kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih  mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di  atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif.  Senja pun makin tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.&lt;br /&gt;-- Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.&lt;br /&gt;--  Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya  sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya.  Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu.&lt;br /&gt;--  Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih  sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti  karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.&lt;br /&gt;-- Pelajaran  yang sangat menyedihkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-3734571180061693507?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/3734571180061693507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/08/mandikan-aku-bunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/3734571180061693507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/3734571180061693507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/08/mandikan-aku-bunda.html' title='mandikan aku bunda'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-1193803165384980306</id><published>2011-08-14T06:54:00.001-07:00</published><updated>2011-08-14T06:54:51.362-07:00</updated><title type='text'>Jalur kereta api</title><content type='html'>Jalur Kereta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;something to think about...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok anak  kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur  yang pertama  adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur  kedua  sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang  tidak  aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di   jalur KA yang masih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. &lt;br /&gt;Kebetulan  Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA   tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang  sudah  tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang  sedang  bermain. Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak  yang sedang  bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan  membiarkan kereta  tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari  berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil  Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan  hanya  mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan  yang sama  karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya  kehilangan  seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat  disyahkan baik  secara moral maupun emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sadarkah  Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang  sudah tidak  aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk  bermain  di tempat yang aman? Disamping itu, dia harus dikorbankan justru  karena  kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di &lt;br /&gt;masyarakat,  di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak   minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli  betapa  bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut. Nyawa seorang  anak yang  memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur  KA yang &lt;br /&gt;berbahaya telah dikesampingkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="abt acw apl"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;​ Dan bahkan mungkin tidak kita tidak akan  menyesalkan kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  teman yang men-forward cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan   mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di   jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif.   Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta  mendekat.  Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka  seorang anak  yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas  karena dia tidak  pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur  tersebut. Disamping itu, &lt;br /&gt;alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan  kemungkinan karena jalur tersebut  sudah tidak aman. Bila arah laju  kereta diubah ke jalur yang tidak aktif  maka kita telah membahayakan  nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan  mungkin langkah yang telah  ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak  dengan mengorbankan  seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa  penumpang di kereta  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan  sulit yang harus  dibuat. Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa  sebuah keputusan yang  cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar.  "Ingatlah bahwa sesuatu  yang benar tidak selalu populer dan sesuatu  yang populer tidak selalu benar".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-1193803165384980306?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/1193803165384980306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/08/jalur-kereta-api.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/1193803165384980306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/1193803165384980306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/08/jalur-kereta-api.html' title='Jalur kereta api'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-5137347733023616370</id><published>2011-03-21T08:23:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T08:23:33.793-07:00</updated><title type='text'>Energi Pelukan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-n0zrvQxe5KU/TYdspKSUKYI/AAAAAAAAACM/uG5FKgSWw9U/s1600/kitty.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="310" src="https://lh4.googleusercontent.com/-n0zrvQxe5KU/TYdspKSUKYI/AAAAAAAAACM/uG5FKgSWw9U/s320/kitty.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-Tzk2rDTc4DY/TYdtXV9JjQI/AAAAAAAAACQ/krtfPNLP12U/s1600/hug001041.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="https://lh6.googleusercontent.com/-Tzk2rDTc4DY/TYdtXV9JjQI/AAAAAAAAACQ/krtfPNLP12U/s320/hug001041.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-n0zrvQxe5KU/TYdspKSUKYI/AAAAAAAAACM/uG5FKgSWw9U/s1600/kitty.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="310" src="https://lh4.googleusercontent.com/-n0zrvQxe5KU/TYdspKSUKYI/AAAAAAAAACM/uG5FKgSWw9U/s320/kitty.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu hari di gua Hira, Muhammad SAW tengah&lt;br /&gt;ber’uzlah, beribadah  kepada Rabbnya. Telah sekian&lt;br /&gt;hari ia lalui dalam rintihan, dalam doa,  dalam puja dan&lt;br /&gt;harap pada Dia Yang Menciptanya. Tiba-tiba muncullah  sesosok&lt;br /&gt;makhluk dalam ujud sesosok laki-laki. “Iqra!” katanya.&lt;br /&gt;Muhammad  SAW menjawab, “Aku tidak dapat membaca!” Lakilaki&lt;br /&gt;itu merengkuh  Muhammad ke dalam pelukannya, kemudian&lt;br /&gt;mengulang kembali perintah  “Iqra!” Muhammad memberikan&lt;br /&gt;jawaban yang sama dan peristiwa serupa  pun terulang hingga&lt;br /&gt;tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca  kata-kata yang&lt;br /&gt;diajarkan lelaki itu. Di kemudian hari, kata-kata itu  menjadi&lt;br /&gt;wahyu pertama yang yang diturunkan Allah kepada Muhammad&lt;br /&gt;melalui  Jibril, sang makhluk bersosok laki-laki yang menemui&lt;br /&gt;Muhammad di gua  Hira.&lt;br /&gt;Sepulang dari gua Hira, Muhammad mencari Khadijah isterinya&lt;br /&gt;dan  berkata, “Selimuti aku, selimuti aku!”. Ia gemetar ketakutan,&lt;br /&gt;dan  saat itu, yang paling diinginkannya hanya satu, kehangatan,&lt;br /&gt;ketenangan  dan kepercayaan dari orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;Belahan jiwanya.  Isterinya. Maka Khadijah pun menyelimutinya,&lt;br /&gt;memeluknya dan  mendengarkan curahan hatinya. Kemudian&lt;br /&gt;ia menenangkannya dan  meyakinkannya bahwa apa yang&lt;br /&gt;dialami Muhammad bukanlah sesuatu yang  menakutkan,&lt;br /&gt;namun amanah yang akan sanggup ia jalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  sebuah pelatihan manajemen kepribadian. Para&lt;br /&gt;instruktur yang juga  para psikolog tengah mengajarkan&lt;br /&gt;berbagai terapi penyembuhan  permasalahan kejiwaan. Dari&lt;br /&gt;semua terapi yang diberikan, selalu  diakhiri dengan pelukan,&lt;br /&gt;baik antar sesama peserta maupun oleh  instrukturnya. Namun&lt;br /&gt;demikian, mereka mempersilakan peserta yang  tidak bersedia&lt;br /&gt;melakukan pelukan dengan lawan jenis untuk memilih  partner&lt;br /&gt;pelukannya dengan yang sejenis. Yang penting tetap berupa&lt;br /&gt;terapi  pelukan. Menurut mereka, pelukan adalah sebuah terapi&lt;br /&gt;paling mujarab  hampir dari semua penyakit kejiwaan dan emosi.&lt;br /&gt;Pelukan akan  memberikan perasaan nyaman dan aman bagi&lt;br /&gt;pelakunya.&lt;br /&gt;Pelukan akan  menyalurkan energi ketenangan dan kedamaian&lt;br /&gt;dari yang memeluk kepada  yang dipeluk. Pelukan akan&lt;br /&gt;mengendorkan urat syaraf yang tegang. Hal  ini juga dibenarkan&lt;br /&gt;dari hasil penelitian bahwa, kita butuh empat  kali pelukan per&lt;br /&gt;hari untuk bertahan hidup, delapan supaya tetap  sehat, dan dua&lt;br /&gt;belas kali untuk pertumbuhan. Jika ingin terus tumbuh,  kita&lt;br /&gt;butuh dua belas pelukan per hari. Pelukan berkhasiat&lt;br /&gt;menyehatkan  tubuh. Pelukan merangsang kekebalan tubuh kita.&lt;br /&gt;Pelukan membuat kita  merasa istimewa. Pelukan memanjakan&lt;br /&gt;sifat kekanak-kanakan yang ada  dalam diri kita. Pelukan&lt;br /&gt;membuat kita lebih merasa akrab dengan  keluarga dan teman-teman.&lt;br /&gt;Riset membuktikan bahwa pelukan dapat  menyembuhkan&lt;br /&gt;masalah fisik dan emosional yang dihadapi manusia di  zaman&lt;br /&gt;serba stainless steel dan wireless ini. Bukan hanya itu saja,  para&lt;br /&gt;ahli mengemukakan bahwa pelukan bisa membuat kita panjang&lt;br /&gt;umur,  melindungi dari penyakit, mengatasi stress dan depresi,&lt;br /&gt;mempererat  hubungan keluarga dan membantu tidur nyenyak.&lt;br /&gt;(The Aladdin Factor,  Jack Canfield &amp;amp; Mark Victor Hansen.”)&lt;br /&gt;Helen Colton, penulis buku  The Joy of Touching juga&lt;br /&gt;menemukan bahwa ketika seseorang disentuh,  hemoglobin&lt;br /&gt;dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan&lt;br /&gt;otak  lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat&lt;br /&gt;proses  penyembuhan. Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa&lt;br /&gt;menyembuhkan  penyakit “hati” dan merangsang hasrat hidup&lt;br /&gt;seseorang. Berdasarkan  hasil penelitian yang dikeluarkan oleh&lt;br /&gt;jurnal Psychosomatic Medicine,  pelukan hangat dapat&lt;br /&gt;melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan  dengan&lt;br /&gt;perasaan cinta dan kedamaian. Hormon tersebut akan menekan&lt;br /&gt;hormon  penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh.&lt;br /&gt;Hasil hasil  penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah&lt;br /&gt;atas kecenderungan  dalam diri setiap manusia untuk&lt;br /&gt;mendapatkan ketenangan dan kehangatan  melalui pelukan.&lt;br /&gt;Penelitan tersebut memberikan fakta ilmiah atas  besarnya&lt;br /&gt;energi yang dapat disalurkan melalui pelukan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sayangnya,  banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di&lt;br /&gt;dalamnya pelukan  adalah sesuatu yang tidak lazim, dan kita&lt;br /&gt;mungkin merasa tidak nyaman  minta dipeluk dan memeluk.&lt;br /&gt;Kita mungkin pernah digoda sebagai “si  anak manja” jika sering&lt;br /&gt;memeluk atau dipeluk Ayah, Ibu atau saudara  kandung kita. Dan&lt;br /&gt;jadilah kita atau remaja-remaja kita saat ini,  tumbuh dengan&lt;br /&gt;kekurangan energi pelukan.&lt;br /&gt;Bisa jadi, kekurangan  energi pelukan ini adalah termasuk salah&lt;br /&gt;satu faktor yang menyebabkan  maraknya kasus ketidakstabilan&lt;br /&gt;emosi manusia seperti yang terjadi  belakangan ini: tingginya&lt;br /&gt;angka kriminalitas dan narkoba pada  golongan anak dan remaja,&lt;br /&gt;kesurupan di berbagai sekolah dan  sebagainya.&lt;br /&gt;Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi  berbagai&lt;br /&gt;permasalahan itu sebenarnya sederhana saja: Pemberian&lt;br /&gt;pelukan  kasih sayang yang banyak kepada anak-anak dari orang&lt;br /&gt;tuanya.  Bukankah Rasulullah sangat gemar memeluk isteri, anak,&lt;br /&gt;cucu, dan  bahkan anak-anak kecil di lingkungannya dengan&lt;br /&gt;pelukan kasih sayang?  Bahkan pernah ada satu kisah ketika&lt;br /&gt;Rasulullah mencium dan memeluk  cucunya, seorang sahabat&lt;br /&gt;menyatakan bahwa hingga ia punya 10 orang  anak, tak satu pun&lt;br /&gt;yang pernah ia curahi dengan peluk cium.&lt;br /&gt;Rasulullah  saat itu berkomentar, “Sungguh orang yang tidak mau&lt;br /&gt;menyayang  (sesamanya), maka dia tidak akan disayang.” (riwayat&lt;br /&gt;Al-Bukhari)&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;So  mulai sekarang, jangan ragu untuk memeluk ataupun minta&lt;br /&gt;dipeluk. Apa  yang kita perlukan saat kita marah, sedih ataupun&lt;br /&gt;kecewa adalah  sebuah pelukan, pelukan sayang dari suami,&lt;br /&gt;orang tua atau orang yang  kita kasihi.Pelukan itu dapat&lt;br /&gt;menenangkan, membuat kita merasa nyaman  dan disayang.&lt;br /&gt;Begitu juga setelah adanya perang mulut atau berantem  antara&lt;br /&gt;suami istri? Saling memeluklah. Karenan pelukan itu akan&lt;br /&gt;menurunkan  emosi dan menenangkan hati. Pelukan itu akan&lt;br /&gt;merekatkan kembali  ikatan cinta antara suami istri setelah luka&lt;br /&gt;dan kecewa yang sempat  tertoreh. Pelukan itu, akan membuat&lt;br /&gt;kehidupan rumah tangga menjadi  makin mesra.&lt;br /&gt;Segala sedih, segala marah, segala kecewa, dan segala  beban&lt;br /&gt;hilang oleh kehangatan pelukan. Selanjutnya jadikanlah pelukan&lt;br /&gt;sebagai  suatu kebiasaan dalam menjalani hari-hari. Hal pertama&lt;br /&gt;yang saya  inginkan ketika tiba di rumah sepulang dari kantor&lt;br /&gt;atau dari  bepergian adalah memeluk istri. Memeluknya erat-erat.&lt;br /&gt;Itu saja. Tak  Lebih. Hal pertama yang saya inginkan ketika&lt;br /&gt;saya bangun dari tidur  adalah memeluk dan dipeluk istri saya.&lt;br /&gt;Memeluknya kuat-kuat. Itu  saja. Bukan yang lainnya.&lt;br /&gt;Jika kami bangun pada jeda waktu yang tak  sama, maka ‘utang’&lt;br /&gt;kebiasaan itu dilakukan setelah shalat lail atau  shalat subuh. Jika&lt;br /&gt;kami tidur di kamar yang berbeda, biasanya jelang  subuh atau&lt;br /&gt;habis shubuh, salah satu dari kami akan menyusul yang  lainnya.&lt;br /&gt;Hanya untuk satu hal saja: memeluk dan dipeluk.&lt;br /&gt;Saat  malam menjelang tidur, kami terbiasa tiduran dan saling&lt;br /&gt;memeluk,  berlama-lama sambil berbincang tentang aktifitas&lt;br /&gt;kami seharian. Ada  kata-kata yang minimal tiga kali sehari saya&lt;br /&gt;ucapkan kepada istri  saya, “I Love U” dan “Minta peluk!”&lt;br /&gt;Rasanya ada yang kurang jika  kekurangan pelukan dalam sehari.&lt;br /&gt;Pelukan memberiku rasa aman dan  nyaman. Pelukan, saya&lt;br /&gt;rasakan memberikan kehangatan yang tak  tergantikan oleh&lt;br /&gt;apapun. Berani mencoba?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-5137347733023616370?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/5137347733023616370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/03/energi-pelukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/5137347733023616370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/5137347733023616370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/03/energi-pelukan.html' title='Energi Pelukan'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-n0zrvQxe5KU/TYdspKSUKYI/AAAAAAAAACM/uG5FKgSWw9U/s72-c/kitty.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-2597555514310958811</id><published>2011-03-21T08:16:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T08:16:29.209-07:00</updated><title type='text'>sibuknya sang waktu</title><content type='html'>Suatu hari, seorang ahli ‘Managemen Waktu’ berbicara&lt;br /&gt;di depan  sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia&lt;br /&gt;memakai ilustrasi yg tidak akan  dengan mudah&lt;br /&gt;dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri  dihadapan&lt;br /&gt;siswanya dia berkata, “Baiklah, sekarang waktunya kuis.  “Kemudian&lt;br /&gt;dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup&lt;br /&gt;lebar,  dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan&lt;br /&gt;sekitar  selusin batu berukuran segenggam tangan dan&lt;br /&gt;meletakkan dengan  hati-hati batu-batu itu ke dalam toples.&lt;br /&gt;Ketika batu itu memenuhi  toples sampai ke ujung atas dan tidak&lt;br /&gt;ada batu lagi yg muat untuk  masuk ke dalamnya, dia bertanya,&lt;br /&gt;“Apakah toples ini sudah penuh?”  Semua siswanya serentak&lt;br /&gt;menjawab, “Sudah!” Kemudian dia berkata,  “Benarkah?” Dia lalu&lt;br /&gt;meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu  dia&lt;br /&gt;memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit&lt;br /&gt;mengguncang-guncangkannya,  sehingga kerikil itu mendapat&lt;br /&gt;tempat di antara celah-celah batu-batu  itu. Lalu ia bertanya&lt;br /&gt;kepada siswanya sekali lagi, “Apakah toples  ini sudah penuh?”Kali&lt;br /&gt;ini para siswanya hanya tertegun. “Mungkin  belum!”, salah satu&lt;br /&gt;dari siswanya menjawab. “Bagus!” jawabnya.&lt;br /&gt;Kembali  dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan&lt;br /&gt;sekeranjang pasir. Dia  mulai memasukkan pasir itu ke dalam&lt;br /&gt;toples, dan pasir itu dengan  mudah langsung memenuhi ruangruang&lt;br /&gt;kosong diantara kerikil dan  bebatuan. Sekali lagi dia&lt;br /&gt;bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?”  “Belum!” serentak para&lt;br /&gt;siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata,  “Bagus!” Lalu ia&lt;br /&gt;mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke  dalam&lt;br /&gt;toples, sampai toples itu terisi penuh hingga keujung atas.  Lalu&lt;br /&gt;si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya&lt;br /&gt;dan  bertanya, “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang&lt;br /&gt;siswanya yg  antusiaslangsung menjawab, “Maksudnya,&lt;br /&gt;betapapun penuhnya jadwalmu,  jika kamu berusaha kamu masih&lt;br /&gt;dapat menyisipkan jadwal lain ke  dalamnya!” “Bukan!”, jawab si&lt;br /&gt;ahli, “Bukan itu maksudnya. Sebenarnya  ilustrasi ini mengajarkan&lt;br /&gt;kita bahwa JIKA BUKAN BATU BESAR YANG  PERTAMA KALI KAMU&lt;br /&gt;MASUKKAN,MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT&lt;br /&gt;MEMASUKKAN  BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.”&lt;br /&gt;Apakah batu-batu besar  dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu,&lt;br /&gt;suami/ istrimu, orang-orang yg  kamu sayangi, persahabatanmu,&lt;br /&gt;kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg  kamu anggap paling&lt;br /&gt;berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu  meletakkan&lt;br /&gt;batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu  tidak&lt;br /&gt;akanpernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu&lt;br /&gt;mendahulukan  hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka&lt;br /&gt;kamu hanya memenuhi  hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu&lt;br /&gt;tidak akan punya waktu untuk  melakukan hal yang besar dan&lt;br /&gt;berharga dalam hidupmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-2597555514310958811?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/2597555514310958811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/03/sibuknya-sang-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2597555514310958811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2597555514310958811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/03/sibuknya-sang-waktu.html' title='sibuknya sang waktu'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-2081817875136645673</id><published>2011-03-21T08:01:00.001-07:00</published><updated>2011-03-21T08:01:36.797-07:00</updated><title type='text'>dedaunan yang berguguran</title><content type='html'>Barangkali kematian yang paling sulit kita terima adalah kematian dari  seorang anak. Pada beberapa kesempatan saya pernah diberi kehormatan  untuk memimpin upacara pemakaman bagi seorang anak laki-laki atau  perempuan, seseorang yang belum lama mengecap pahit manisnya kehidupan.  Tugas saya adalah membantu menuntun orang tua yang sedang putus asa, dan  juga anggota keluarga yang lainnya, mengatasi siksaan rasa bersalah dan  tuntutan obsesif atas jawaban dari pertanyaan, "Mengapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  sering menceritakan kisah perumpamaan berikut ini, yang dikisahkan  kepada saya beberapa tahun silam di Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bhikkhu  hutan yang sederhana tengah bermeditasi sendirian di sebuah pondok  jerami di tengah hutan. Pada suatu larut malam, terjadilah badai musim  hujan yang garang. Angin menderu-deru bagaikan suara mesin jet dan hujan  yang deras menerpa pondoknya. Semakin malam beranjak pekat, badai makin  bertambah liar. Mula-mula, dahan-dahan pohon terdengar tercerabut dari  batangnya. Lalu seluruh bagian pohon terengut oleh angin ribut dan  dihempaskan ke tanah dengan suara sekeras guntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bhikkhu  segera sadar bahwa pondok jeraminya tak akan sanggup melindunginya. Jika  sebuah pohon tumbang menimpa pondoknya, atau meskipun cuma sebuah dahan  besar, pondoknya akan rata dengan tanah dan meremukkannya sampai mati.  Dia tidak tidur sepanjang malam. Seringkali sepanjang malam itu, dia  seolah-olah mendengar para raksasa hutan mendobrak ke permukaan tanah  dan hatinya berdegup untuk sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam sebelum fajar  menyingsing, secepat datangnya, begitu pula badai itu berlalu. Di pagi  hari, sang bhikkhu keluar dari pondoknya untuk memeriksa kerusakan yang  terjadi. Banyak dahan besar dan dua pohon berukuran lumayan yang luput  mengenai pondoknya. Dia merasa beruntung masih hidup. Apa yang tiba-tiba  menarik perhatiannya bukanlah pohon-pohon yang tumbang dan dahan-dahan  patah yang berserakan dimana-mana, tetapi dedaunan yang sekarang  menyebar menutupi lantai hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dugaannya, kebanyakan  dedaunan yang berguguran adalah daun-daun yang berwarna coklat tua, yang  telah memenuhi umur kehidupannya. Di antara dedaunan yang berwarna  coklat terdapat banyak daun yang kuning. Bahkan terdapat pula beberapa  daun yang hijau. Dan daun-daun yang berwarna hijau itu masih segar dan  cerah sehingga sang bhikkhu tahu bahwa dedaunan itu baru saja jatuh dari  pucuknya. Pada saat itulah hati sang bhikkhu memahami sifat kematian  sebagaimana adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ingin menguji kebenaran dari pengetahuan  yang baru saja dia pahami itu, lalu dia mendongak ke arah dahan-dahan  pohon itu. Cukup meyakinkan, hampir sebagian besar dedaunan yang  tertinggal di pohonnya adalah dedaunan hijau yang sehat segar, pada  kehidupan dininya. Namun, meskipun banyak dedaunan muda yang gugur di  atas tanah, ada sebagian daun berwarna coklat tua peot dan keriting yang  tetap bertahan didahannya. Sang bhikkhu tersenyum, mulai hari itu,  kematian dari seorang anak tak akan pernah lagi membingungkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  badai kematian datang menghempaskan keluarga kita, badai itu biasanya  mengambil orang-orang yang sudah tua, "dedaunan yang coklat burik".  Badai itu juga mengambil orang-orang yang berusia paruh baya, seperti  daun-daun kuning di pohon. Kadang, anak-anak belia pun meninggal juga,  pada usia dini mereka, seperti halnya dedaunan yang berwarna hijau. Dan  suatu kali kematian juga merenggut kehidupan dari anak-anak yang kita  kasihi, seperti badai merenggut  tunas yang masih hijau. Inilah sifat  hakiki dari kematian dalam kehidupan kita, sebagaimana hakikat badai di  sebuah hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun yang perlu disalahkan dan tak  seorang pun yang harus merasa bersalah atas kematian dari seorang anak.  Inilah sifat alami dari segala sesuatu. Siapa yang bisa menyalahkan  badai?  Hal ini dapat membantu kita untuk menjawab pertanyaan mengapa  anak-anak meninggal. Jawabannya sama dengan mengapa sebagian daun yang  masih hijau berguguran dalam sebuah badai. (Ajahn Brahm, "Membuka Pintu  Hati" bab tentang Penderitaan dan Pelepasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Disadur dari  buku "Membuka Pintu Hati 108 Cerita Tentang Kebahagiaan Sejati"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-2081817875136645673?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/2081817875136645673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/03/dedaunan-yang-berguguran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2081817875136645673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2081817875136645673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/03/dedaunan-yang-berguguran.html' title='dedaunan yang berguguran'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-3529463992136194028</id><published>2011-02-23T04:46:00.001-08:00</published><updated>2011-02-23T04:46:21.345-08:00</updated><title type='text'>Perubahan</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-3529463992136194028?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/3529463992136194028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/02/perubahan_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/3529463992136194028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/3529463992136194028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/02/perubahan_23.html' title='Perubahan'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-8085163278354402478</id><published>2011-02-23T04:45:00.001-08:00</published><updated>2011-02-23T04:45:36.028-08:00</updated><title type='text'>Perubahan</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-8085163278354402478?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/8085163278354402478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/02/perubahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/8085163278354402478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/8085163278354402478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/02/perubahan.html' title='Perubahan'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-2743885305024764886</id><published>2011-01-30T21:21:00.001-08:00</published><updated>2011-01-30T21:21:27.342-08:00</updated><title type='text'>dinamika kehidupan</title><content type='html'>mungkin bnyak hal didunia ini yg ku anggap tak pernah ku mengerti.&lt;br /&gt;Hal itulh yg mmbuat aku trkgum pd stiap hal,&lt;br /&gt;Sampai skrg pun blum ad yg mampu mngrti khdupanq.&lt;br /&gt;Sendri bukan hal asing bg q, karena logikany ak lhir sndri dan matipun q jg sndri.&lt;br /&gt;Jika ditanya soal apa yg ak kjar?&lt;br /&gt;Bnyk, mimpi dan 0bsesiq blum trefleksi kedunia nyata.&lt;br /&gt;Dan aku percaya suatu yg besar brwal dr kecil,&lt;br /&gt;Gak slamanya siput akan kalah.&lt;br /&gt;Perlhan tp pasti, lbih dhrapkan drpd cpt tp brhnti dtngah jln.&lt;br /&gt;Hal itlh yg mmbwt ak prcya pd proses.&lt;br /&gt;Mskpn brat skalipun yg ku pikir kmungkinan trburuk dari stiap lngkh&lt;br /&gt;Bljar dr smua it akn lbh berguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-2743885305024764886?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/2743885305024764886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/01/dinamika-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2743885305024764886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2743885305024764886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/01/dinamika-kehidupan.html' title='dinamika kehidupan'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-2572710755686940168</id><published>2011-01-20T16:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T16:04:59.309-08:00</updated><title type='text'>heads letter</title><content type='html'>menjalani banyak hal yang tak ku mengerti didunia ini kadang memang bikin hidup terasa tak berarti.&lt;br /&gt;semua kadang seperti sebuah ilusi, yang entah kapan aku mengerti bagaimana semua hal yang terjadi dapat terlihat. &lt;br /&gt;mencari jati diri dengan sendirinya terkadang membuat kita putus asa&lt;br /&gt;namun terkadang hal yang tak secara sengaja kadang muncul sebagai jalan menuju akan hal itu.banayk hal yang sebenarnya dapat ditempuh dari kehidupan cerita setiap orang . &lt;br /&gt;namun terkadang kita butuh penilaian yang mapu mengubah segala apa yang terjadi dalam hidup kita, sebagai yang buruk sekalipun. aku pikir itu merupakan suatu pelajran yang berharga meskipun sakit.suatu pemecahan hidup yang kadang tetasa sakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-2572710755686940168?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/2572710755686940168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/01/heads-letter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2572710755686940168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/2572710755686940168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2011/01/heads-letter.html' title='heads letter'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-1102121319055005006</id><published>2010-11-23T16:44:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T16:44:16.832-08:00</updated><title type='text'>Perpisahan Penuh Makna</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mo3BfKWVrcw/TOxfwRR0k1I/AAAAAAAAABM/krzPSPsy6JQ/s1600/pp.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_mo3BfKWVrcw/TOxfwRR0k1I/AAAAAAAAABM/krzPSPsy6JQ/s1600/pp.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;erpisahan menimbulkan banyak makna dan tanda tanya. Meninggalnya  seseorang&lt;br /&gt;terkadang menimbulkan tanya dari yang ditinggalkan, "Apa  yang telah dia lakukan?&lt;br /&gt;Apa yang sebaiknya akau lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian  juga berpisahnya seseorang dari keluarga, saudara, teman, sahabat, atau&lt;br /&gt;rekan   kerja.  Seringkali  diikuti  tangis  yang menandakan kesedihan amat  dalam&lt;br /&gt;karena  harus  meninggalkan  atau  harus  ditinggalkan,   sementara setelah acara&lt;br /&gt;perpisahan usai, sirna silaturahim. Tawa  ejekan dan gunjingan yang tersisa. Atau&lt;br /&gt;kita  kebingungan  mencari  kata-kata dan hadiah yang cocok untuk orang yang akan&lt;br /&gt;ditinggalkan  atau yang akan meninggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  tiga  hal  positif yang bisa  kita berikan ketika kita harus berpisah dengan&lt;br /&gt;keluarga,  saudara,  teman, sahabat, atau rekan kerja untuk suatu waktu tertentu.&lt;br /&gt;Tiga   hal yang bisa melapangkan jalan kita selanjutnya, tanpa beban, dan  memberi&lt;br /&gt;kenangan yang bermanfaat sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,   ucapkan  syukur  kepada  Tuhan  karena diberi kesempatan berkumpul dan&lt;br /&gt;bekerja   sama  dengan  orang-orang  yang  kita tinggalkan. Berikan ucapan  terima&lt;br /&gt;kasih  yang  ikhlas  kepada mereka atas kerja sama, nasehat,  peringatan, koreksi&lt;br /&gt;atau apa saja. Karena apa yang kita terima dari  mereka, apakah itu kebaikan atau&lt;br /&gt;keburukan,  adalah  ujian  dari   yang Maha Kuasa, bahkan mungkin peringatan yang&lt;br /&gt;diberikan  Nya   melalui orang-orang disekitar kita. Dengan demikian berarti kita&lt;br /&gt;memberikan   penghargaan  yang  tak  terhingga kepada mereka dan menimbulkan rasa&lt;br /&gt;bangga   bagi  yang  menerama  ucapan  terima  kasih,  dan  itu  bisa  menimbulkan&lt;br /&gt;semangat, motifasi, atau membesarkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,   meminta  maaf secara tulus kepada yang ditinggalkan. Karena setiap  orang&lt;br /&gt;yang  terlibat  dalam  pergaulan,  disengaja atau tidak pasti  ada kesalahan yang&lt;br /&gt;pernah dilakukan selama itu. Meminta maaf, adalah  sebuah jalan untuk menetralkan&lt;br /&gt;dan  mencairkan  persoalan. Meskipun  meminta maaf tidak harus menunggu saat kita&lt;br /&gt;akan  berpisah,  tetapi   melakukan saat waktu-waktu seperti itu akan menimbulkan&lt;br /&gt;kesan  yang   mendalam,  karena  siapa  tahu ada kesalahan yang tidak kita sadari&lt;br /&gt;telah  terjadi, dan kita belum sempat minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  memberikan   wasiat dan nasehat kebaikan. Budaya ketimuran kadang-kadang&lt;br /&gt;kita   risi  untuk  memberikan  nasehat  yang  baik,  apalagi  saat  kita   hendak&lt;br /&gt;meninggalkan  suatu komunitas. Seringkali kita malah  berbasa-basi bahwa semuanya&lt;br /&gt;telah  "running  well",  sehingga tidak  perlu lagi kita berpesan atau berwasiat.&lt;br /&gt;Padahal  sudah  kewajiban   manusia  sebagai makhluk yang memberi kebaikan kepada&lt;br /&gt;seluruh  alam,   untuk  selalu berpesan kepada kebaikan. Jadi, sampaikanlah pesan&lt;br /&gt;yang   baik kepada mereka yang akan kita tinggalkan dan biarkan pesan itu  menjadi&lt;br /&gt;kenangan di hati yang selalu diingat dan tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  kita mampu memberikan yang terbaik buat lingkungan kita, mengapa harus  ragu&lt;br /&gt;dan takut membuat perbedaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-1102121319055005006?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/1102121319055005006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2010/11/perpisahan-penuh-makna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/1102121319055005006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/1102121319055005006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2010/11/perpisahan-penuh-makna.html' title='Perpisahan Penuh Makna'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mo3BfKWVrcw/TOxfwRR0k1I/AAAAAAAAABM/krzPSPsy6JQ/s72-c/pp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2169926911118122129.post-5762450683786477247</id><published>2010-11-10T14:52:00.001-08:00</published><updated>2010-11-10T14:52:55.753-08:00</updated><title type='text'>menjadi anak kecil tanpa beban</title><content type='html'>Kadang aku merasa ingin jadi anak kecil. Yg hanya bersenang2 tanpa adanya beban.&lt;br /&gt;Tetapi inilah hidup, terus berjalan. &amp;amp; sesuatu yg besar tersimpan tanggung jawab bsar pula.&lt;br /&gt;Memang, dalam hdup ini lebih enak jadi penonton, yg hanya bisa bilang  "wah, enak bget. Krjanya cuma menulis, ditmpat yg bersih,full Ac lagi."&lt;br /&gt;Tanpa mereka tahu bhwa tanggung jawabnya juga besar. Mereka punya beban  pekerjaan yg kadang dibawa sampai di rumah. pikiranya "gmana ya kerjaku  tadi ? Gmana ya cara menyelesaikan". Dll&lt;br /&gt;C0ba liat pekerja kasar setelah bekerja sampai s0re lelah bukan main.  Tinggal makan &amp;amp; tidur. selesai sementara yg di Ac tadi, w0w bahkan  tidur aj kadang susah. 1 hal lg yg ak tahu bahwa gaji yg besar menyimpan  kebtuhan yg besar pula.&lt;br /&gt;Jadi jangan pernah lihat diposisi mana diri kita. Yg penting  lillahita'alla akan barokah. jangan berfikir bagaimana jka aku  diposisinya. tetapi pikirkanlah kuat atau tidak aku mengemban tanggung  jawab &amp;amp; mampu jika diposisi tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2169926911118122129-5762450683786477247?l=cinemastory.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinemastory.blogspot.com/feeds/5762450683786477247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2010/11/menjadi-anak-kecil-tanpa-beban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/5762450683786477247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2169926911118122129/posts/default/5762450683786477247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinemastory.blogspot.com/2010/11/menjadi-anak-kecil-tanpa-beban.html' title='menjadi anak kecil tanpa beban'/><author><name>cinemastory</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12666716598101827402</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-IrKE4KF53eE/TdPZ9j5IwMI/AAAAAAAAACk/Id2lxNvYyS0/s220/bb.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
